𝗦𝗔𝗬𝗔 sering ditanya teman-teman bagaimana cara saya berdamai dengan rasa kecewa? Cara saya: Tidak perlu berdamai dengan rasa kecewa. Karena rasa kecewa bukanlah musuh. 🫣
Ini bener dan sudah SERING saya coba. Jadi, diterima rasa kecewanya. Kayak tamu datang, diterima sampai rasa kecewanya selesai bertamu ntar juga pergi sendiri. Nggak ada yang abadi, hidup itu perjalanan dan perputaran rasa, pasti ganti-ganti. Abis kecewa nanti ganti seneng, sedih, khawatir, gembira lagi, dll nikmatin rasa yang dateng. Perilakunya aja yang diatur.. 😁
Beberapa tahun belakangan ini saya belajar begitu, kata orang hati kita itu "Apurva", dalam bahasa Sansekerta Apurva berarti unik dan megah. Megah itu tidak mudah baper, unik karena punya self regulation, on/off begitu.
Sama kayak seni menyikapi pikiran-perasaan. Ketika ada pikiran-perasaan positif, nggak perlu dipertahankan. Ketika negatif, juga nggak perlu dilawan.
Saya nggak menolak/berusaha meregulasinya, tapi juga bukan hanyut terseret. Berlatih hanya sadari. Seperti duduk di pinggir sungai. Hanya mengamati arusnya..
Selamat hari Minggu, semuaa..