1 minute reading

Ngajari Anak Silsilah dan Nggak Kepaten Obor

socmed-2026-03-20-07-55-image-0

lokasi : Yogyakarta

𝗣𝗔𝗗𝗔 kacamata eksistensi Karl Jasper, para peziarah kubur adalah para eksistensi yang membesuk situasi batas bernama kematian orang-orang terdekat. Mereka menyadari bahwa sebagai manusia eksistensi, bagaimanapun kuatnya ilmu yang dimiliki, ia tak mampu mencegah kematian orang-orang terdekat, bahkan kematian dirinya sekalipun. Maka mereka ini datang di depan transedensi dengan kesadaran reflektif berbasis ketuhanan.

Ingatan akan kuburan itu hakikatnya ada dalam jasad. Tak berfungsinya berbagai persendian raga, itu penanda kita dekat dengan kuburan. Maka mengenal jasad, itu seperti mengenal kubur sendiri.

Selain ngajari anak-anak silsilah dan agar nggak kepaten obor. Mereka harus mengerti bahwa kuburan itu hanya nisan, seperti prasasti, "tetenger". Tidak ada ikatan rohaniah, semua atribut baik pangkat, jabatan, nama besar, dan kedudukan itu akan ditinggalkan. Ulangi, akan ditinggalkan. Hanya jadi shelter bukan terminal akhir.

Related Posts

Merawat dan Mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia

𝗙𝗥𝗘𝗘𝗗𝗢𝗠 makes opportunities, opportunities makes hope, hope makes life and future. Tapi dont take our freedom for granted. Kemerdekaan bukanlah sebuah keniscayaan, ia harus kita

Gajah Baru Agroindustri Nasional dari Ujung Barat

lokasi : PT Pupuk Iskandar Muda𝗚𝗔𝗝𝗔𝗛 Putih ini namanya Biramsattani, berasal dari bahasa Aceh, "biram" artinya gajah, "sattani" berarti raja/penguasa. Kesayangan Sultan Iskandar Muda. Berasal