Makan wr supratman 3 stanza

09

Mar

2016

MAKAM IL MAESTRO, WR SUPRATMAN

  • Traveling
  • 319x dibaca
  • 0 Komentar

"Nasibkoe soedah begini. Inilah jang disoekai oleh pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saja meninggal, saja ichlas, saja toch soedah beramal, berdjoeang dengan carakoe, dengan biolakoe. Saja jakin Indonesia pasti merdeka"

Itulah kalimat terakhir pahlawan bangsa, Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, pada saat ajalnya, tanpa anak dan tanpa isteri tanggal 17 Agustus 1938, di usia yang relatif muda; 35 tahun. WR. Soepratman dimakamkan di kompleks pemakaman, tetapi hanya sendirian, seperti halnya Makam Dr. Sutomo. Tepatnya, alamat Makam W.R. Supratman ini adalah di di Jl. Mangga Kapasan-Kenjeran Surabaya ini, berdekatan dengan suatu kompleks permakaman umum.

Lagu Indonesia Raya ciptaan W.R. Supratman ini pertama kali dikumandangkan saat penutupan Kongres Pemuda II, tanggal 28 Oktober 1928. Kala itu, lagu ini dimainkan secara instrumental di depan peserta umum. Sesudah Indonesia merdeka, lagu ini dijadikan lagu kebangsaan. Akibat menciptakan lagu ini, W.R Soepratman sering menjadi buruan Belanda. Ia bahkan pernah dipenjara di Kalisosok, Surabaya karena menyiarkan lagu ciptaannya yang lain, yang berjudul “Matahari Terbit” pada awal Agustus 1938. Akibatnya, dia pun jatuh sakit dan meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938.

Dalam buku yang ditulis Anthony C. Hutabarat berjudul “Wage Rudolf Soepratman” disebutkan bahwa ketika ia ke Bandung untuk melihat sidang pengadilan Soekarno pada 1930 di Pengadilan Distrik Bandung, sekarang Gedung Indonesia Menggugat, Bung Karno yang baru saja menginjakkan kaki di depan pintu pengadilan melihatnya dan spontan mengucapkan kata-kata: “Daar hebt je de komponis van Indonesia Raya? Strijd voort voor Onze Vrijheid Meneer Soepratman. Merdeka!”, yang artinya “Bukankah anda pencipta lagu Indonesia Raya? Berjuang teruslah demi kemerdekaan kita Tuan Soepratman. Merdeka!”, dan pandangan seluruh pengunjung yang hadir dalam ruang pengadilan itu pun tertuju kepadanya, yang dibalasnya dengan senyum dan anggukan kepala.

Dalam kompleks ini juga terdapat prasasti yang menggambarkan Lagu Indonesia raya dengan Tiga Stanza. Tentu saja saya tidak boleh lupa berfoto di sini, Monumen Lagu Indonesia Raya dengan 3 (tiga) stanza. Berikut saya cuplikkan bait asli dari refrein-nya

♫♪ Indonesia, Indonesia, Moelia, Moelia.

Tanahkoe negrikoe jang koetjinta.

Indonesia, Indonesia, Moelia, Moelia

Hidoeplah Indonesia Raja

Dikomplek makam ini selain terdapat tiga prasasti yang bertuliskan Tiga Stanza dari Lagu Indonesia Raya juga terdapat prasasti perjalanan hidupnya, disebutkan bahwa Wage Rudolf Supratman lahir Senin Wage 9 Maret 1903 di Jatinegara Jakarta, versi lain menyebutkan tanggal 9 Maret 1903 di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah, beragama Islam, terlahir sebagai seorang muslim, dan tidak berpartai hingga akhir hayatnya. Well, fantastis dan puas rasanya bisa berziarah ke makam salah satu legenda Indonesia

Tentang Penulis

Foto 2

Muhammad Ihwan

Muhammad Ihwan. Kelahiran Yogyakarta, tinggal di Gresik. Gemar membaca dan menulis, menyenangi marketing dan public relations. Pernah menjadi Humas, sehari-hari mengelola penjualan retail Petrokimia Gresik wilayah Luar Jawa-Bali.

Tambahkan Komentar

First Name*
Komentarmu*
Top 10 Negara Pengunjung:
Total Pengunjung: