5356032

10

Sep

2014

LEGENDARISNYA MASJID GEDE KAUMAN YOGYKARTA

  • Nomer Telepon +62274373622
    Alamat Kantor Takmir Masjid Gedhe Kauman Kompleks pelataran Masjid Gedhe Kauman, Gondomanan, Yogyakarta 55122
    Website Url http://mesjidgedhe.or.id

    Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Gede Kauman atau Masjid Kagungan Dalem Karaton Ngayokyakarta Hadiningrat atau Masjid Besar Yogyakarta ini berdiri pada tahun 1773, atau 18 tahun setelah Perjanjian Giyanti. Perjanjian Giyanti yang diselenggarakan pada tahun 1755 sendiri merupakan penyelesaian akhir konflik internal Kerajaan Mataram akibat intervensi Belanda, sehingga Kerajaan Mataram dipecah menjadi dua, yaitu Ngayogyakarta Hadiningrat dan Surakarta Hadiningrat.

    Masjid yang terletak di sebelah barat Alun- Alun Utara yang secara simbolis merupakan transendensi untuk menunjukkan keberadaan Sultan, yaitu di samping pimpinan perang atau penguasa pemerintahan (senopati ing ngalaga), juga sebagai sayidin panatagama khalifatulah (wakil Allah) di dunia di dalam memimpin agama (panatagama) di kasultanan.

    Atap masjid yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I bersama Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat (penghulu kraton pertama) dan Kyai Wiryokusumo sebagai arsiteknya ini menggunakan sistem atap tumpang tiga dengan mustaka yang mengilustrasikan daun kluwih dan gadha. Sistem atap tumpang tiga ini memiliki makna kesempurnaan hidup melalui tiga tahapan kehidupan manusia yaitu, Syariat, Makrifat, dan Hakekat.

    Masjid Gede Kauman (Kauman atau Pekauaman secara harfiah berarti tempat para Kaum)vadalah tempat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sedikitnya ada tiga peristiwa penting yang terselenggara di masjid ini. Pertama,saat KH. Ahmad Dahlan menjabat sebagai ulama Keraton, beliau berhasil membetulkan arah kiblat yang pada saat itu memiliki selisih kemiringan 23 derajat. Kedua, saat masa perjuangan kemerdekaan RI, di masjid ini sering digunakan oleh Tentara Rakyat Indonesia dengan para pejuang Laskar Perang Sabil untuk menyusun strategi melawan Belanda. Ketiga, Sebagai markas perjuangan komponen angkatan 66 yang tergabung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia) untuk membubarkan orde lama dan membubarkan Partai Komunis Indonesia.

    Well, senang rasanya sempat shalat di dalamnya dan merasakan nilai-nilai historisnya..

    Sumber tulisan : http://mesjidgedhe.or.id/profi... dan https://pariwisata.jogjakota.g...

    Tentang Penulis

    Foto 2

    Muhammad Ihwan

    Muhammad Ihwan. Kelahiran Yogyakarta, tinggal di Gresik. Gemar membaca dan menulis, menyenangi marketing dan public relations. Pernah menjadi Humas, sehari-hari mengelola penjualan retail Petrokimia Gresik wilayah Luar Jawa-Bali.

    Tambahkan Komentar

    First Name*
    Komentarmu*
    Top 10 Negara Pengunjung:
    Total Pengunjung: