𝗣𝗘𝗠𝗜𝗠𝗣𝗜𝗡 itu makin ke atas makin harus mampu mendelegasikan. Itu bahasa ilmiahnya. Bahasa terangnya apa? Nyuruh!. Anda orang yang tega menyuruh apa nggak? Kalau mau jadi leader, Anda harus punya ability untuk nyuruh, kemudian marahin, dan memuji.
Pak Dirut @petrokimiagresik_official memberi contoh baik, Nyumam —nyuruh, marahin, muji-nya paket komplit. Ia kalau ngasih arahan terang benderang, marahnya fokus, pujiannya tulus. Kita yang di bawahnya jadi nggugu beliau. Banyak orang, dengan excuse "saya mau jadi orang baik", "nggak mau marahin", "nggak mau nyuruh". Kalau gitu terus ya akhirnya Anda jadi overwhelmed dengan pekerjaan. Anda harus bisa mendelegasikan. Pak Dirut nggak mau timnya salah memahami konteks begitu.
Mendelegasikan pada orang yang tepat. Kalau Anda lakukan sendiri, mati. Makin ke atas semua dikerjain sendiri, ngecek sendiri, bagaimana ini itunya cek sendiri, walah ya kapan Anda memikirkan tim Anda?
Ropat rapat, rapat terus setiap hari, setiap kali rapat, new things, kemudian kasiin ke bawah, tindak lanjuti, kemudian kembalikan ke atas dalam bentuk catatan, eksekusi, begitu seterusnya. Oleh karenanya tim yang solid seperti sekarang ini sangat-sangat diperlukan.
Kalau direfleksikan pada pekerjaan sehari-hari, saya tahu bahwa saya tidak bisa bekerja sendiri. I need my team. Tapi bagaimana kemudian my team ini bisa lari secepat yang dimau. Kalau kita kemudian jatuh, jatuhnya kerasa bareng. Kalau kita happy, happy-nya harus bareng. Kemudian pada akhirnya saya percaya, bukan saya sendiri yang belajar dalam proses ini, tetapi tim saya juga belajar. Bagaimana saya bisa membesarkan tim saya, mempromosikan anggota tim saya. Supaya apa? mereka konfiden dan mereka jadi hebat.
I'm riding with this team ❤️