1 minute reading —

Selamat Milad ke-60 KAHMI

socmed-2026-09-18-01-58-image-0

lokasi : Gresik , Jawa Timur

𝗦𝗔𝗬𝗔 selalu mengingatkan diri sendiri dan kawan-kawan KAHMI, tahun 2026 ini usia KAHMI 60 tahun, beberapa tahun ke depan menuju tujuh dekade, tapi apa yang sudah dibuat KAHMI untuk umat dan bangsa, baik di level pemikiran maupun amal usaha?

Beberapa tahun lalu saya melakukan otokritik, jangankan Universitas, TK aja nggak punya. Alhamdulillah, sekarang satu universitas baru berdiri. Jangankan rumah sakit, poliklinik aja nggak punya, jangankan Bank, BMT/koperasi syariah aja nggak punya, padahal potensi alumni sangat besar, spektrumnya luas, tinggal diorganisir dan diorkestrasi secara profesional.

Di usia yang matang ini, KAHMI perlu melakukan transformasi tabiat, dari kecenderungan orientasi berpolitik praktis menuju penguatan tradisi intelektual dan kasih kontribusi nyata bagi kedaulatan bangsa, bukan sekadar jadi tempat kumpulnya para elite kekuasaan, melainkan aktif memproduksi gagasan substansial dalam menjawab krisis kebangsaan dan ketimpangan sosial.

Mari kita mulai dari sekarang. Potius sero quam numquam!, itu kata Archimedes. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Kalau Muhammadiyah punya teologi "al-Maun" yang menjadi etos amal usaha, Keluarga Besar HMI punya teologi amal shaleh (insan pengabdi) yang harus diimplementasikan dalam karya nyata.

Selamat milad Almamaterku.

Ayo maju terus maju KAHMI.

Terus merawat nilai, menguatkan kontribusi, dan mengabdi untuk Indonesia.

Related Posts

Pemimpin itu Ibarat Sebuah Pendulum

lokasi : Graha Petrokimia Gresik𝗣𝗘𝗠𝗜𝗠𝗣𝗜𝗡 itu ibarat sebuah pendulum, sedikit guncangan di bagian atas, maka goncangan kuat akan terjadi pada bandul di bagian bawah. Kita

Selamat Milad ke-60 KAHMI

lokasi : Gresik , Jawa Timur𝗦𝗔𝗬𝗔 selalu mengingatkan diri sendiri dan kawan-kawan KAHMI, tahun 2026 ini usia KAHMI 60 tahun, beberapa tahun ke depan menuju

Sekolah Terus, Terus Sekolah

lokasi : Jakarta, Indonesia𝗦𝗘𝗞𝗢𝗟𝗔𝗛. Kalau satu-satunya alat yang dimiliki adalah palu, maka semua permasalahan akan kita anggap seperti paku, dan dibutuhkan seribu pukulan untuk menancapkan